Kecewa adalah sebuah kata yang dapat menggambarkan perasaan tidak puas yang berkecamuk di hati akibat hasil yang diharapkan tidak sesuai dengan keinginan. Semakin lama kekecewaan dipendam di dalam hati, semakin banyak aura negatif di badan kita. Ibarat bola salju yang menggelinding dari puncak gunung, semakin lama menggelinding semakin besar bola salju yang terbentuk.
Aura negatif dapat mengakibatkan kondisi badan kita menjadi kurang bagus. Setiap orang dapat dipastikan pernah mengalami kekecewaan. Kecewa terhadap masalah kecil atau masalah besar. Ada yang dapat cepat melupakan kekecewaan dengan mudah namun tidak sedikit yang memendamnya di dalam hati mereka.
Perjalanan hidup kita sering menghadapi kekecewaan, namun tergantung sifat dan karakter individu dalam menyikapi kekeceewaan tersebut. Sebagai individu yang banyak berinteraksi dengan berbagai ragam orang, saya memiliki kecenderungan untuk tidak menyimpannya di dalam hati. Anak-anak sekarang biasa bilang "Emang Gue Pikirin" setiap ada kejadian yang tidak berkenan dengan mereka.
Dua bulan terakhir, tiba-tiba kondisi fisik (stamina) saya kurang bagus. Badan menjadi sering lemas dan penyakit flu tidak kunjung sembuh. Biasanya untuk mengusir penyakit flu, saya cukup menambah waktu istirahat dan makanan bergizi tinggi. Namun kali ini, usaha tersebut tidak kunjung berhasil. Stamina masih belum membaik, bahkan setelah melakukan cek laboratorium hasilnya sungguh mengejutkan. Banyak fungsi-fungsi yang tidak normal alias menjadi lebih tinggi dari biasanya.
Setelah melakukan cross check ternyata nilai-nilainya tidak konsisten. Dokterpun memberi saran untuk menjaga konsumsi makanan, akan tetapi hasilnya masih kurang memuaskan. Konsultasi kembali dengan dokter dan kemudian menyimpulkan faktor pikiran yang mempengaruhi hasil atau kondisi stamina yang kurang baik. Merasa tidak memikirkan yang berat-berat, saya menjadi berpikir keras tentang pikiran apa yang membuat kondisi menjadi seperti ini.
Akhirnya, saya banyak melakukan diskusi-diskusi dengan orang-orang yang lebih banyak pengalaman (baca: lebih senior). hasil diskusi yang membuat saya tercengang ternyata adalah kekecewaan yang bertumpuk dan saya belum legowo menerimanya meskipun di ucapan sudah menerima tapi di dasar hati masih meninggalkan bekas. Akumulasi kekecewaan tersebut ternyata berdampak cukup signifikan kepada stamina padahal saya merasa tidak pernah mau mikirin kejadian2 yang pernah mengecewakan dengan berpikir positif.
Di awal tahun ini saya mulai belajar lebih legowo agar kekecewaan tidak memiliki dampak buruk bagi kesehatan. Satu demi satu, saya mulai membuang jauh semua kekecewaan tersebut dan mudah2an bisa tuntas dan membawa kesehatan menjadi jauh lebih baik. Tidak ada yang susah untuk memulai apabila kita mau menjadi lebih baik. Apakah anda pernah menyimpan kekecewaan? Sulitkah membuang jauh2nya??
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar